Startup Team Building: (1) Saat Belum Punya Uang

Aan Setianto
6 min readJun 10, 2020

Saat ini, kamu mungkin mempunyai ide hebat yang akan merubah dunia.
Berangkat dari ide itu, kamu mulai merintisnya menjadi sebuah usaha, sendirian. Semuanya baik-baik saja pada awalnya.

Setelah berjalan sekian lama, ternyata kamu menyadari bahwa banyak hal yang harus dilakukan secara bersamaan. Mengembangkan produk, menerapkan teknologi apa yang akan digunakan, mengenalkan produkmu ke pihak lain, memastikan ketersediaan dana, melakukan kegiatan pemasaran, dan seterusnya.

Maka, itulah saat kamu memerlukan tim yang bisa mendukung. Karena, sehebat apapun diri kamu, tidak akan mungkin kamu bisa mengerjakan semua pekerjaan sendiri dengan baik. Apalagi jika itu membutuhkan expertise yang spesifik, yang itu diluar kemampuanmu.

Memulai bisnis itu relatif mudah. Menjalankannya yang tidak mudah.
Menemukan orang-orang yang tepat untuk mendukungmu itu bahkan lebih tidak mudah. Jika kamu tidak bisa merekrut orang-orang yang tepat untuk menjadi bagian dari tim impianmu, peluang berhasil untuk membangun perusahaan akan mengecil.

Bagaimana cara kamu menemukan mereka ?
Bagaimana jika kamu baru memulai bisnis dan belum mempunyai uang untuk membayar mereka ?
Atau, kalaupun saat ini kamu mampu membayar, siapa siapa saja yang harus kamu rekrut di tiap-tiap tahapan perjalanan bisnismu ?

Sifat Dasar Manusia

Orang akan tertarik, dan berkumpul dengan sejenisnya.
Orang yang gemar sepakbola, akan berkumpul dengan mereka yang suka sepakbola. Orang yang malas, akan nyaman berkumpul dengan mereka yang juga pemalas.
Demikian juga orang yang pintar, yang jujur, yang hebat, akan tertarik dan senang berkumpul dengan sejenisnya.

Allah menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda :

Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah)

Jadi orang-orang yang akan bersama kamu, yang mau dan suka bergabung dengan kamu, kurang lebih adalah mereka yang akan mencocoki dengan sifat-sifat dirimu. Jika kamu menginginkan orang-orang yang hebat ada di startup mu, maka pastikan kamu juga hebat.

Magnet Yang Kuat

Pertama kali, magnet kuat yang mampu menarik orang lain bergabung di startup kamu adalah diri kamu sendiri. Ini terutama jika kamu belum mempunyai kemampuan untuk membayar mereka.

Karena kamu menginginkan startup yang kamu rintis ini berjalan dengan baik, berkembang pesat, menjadi sebuah perusahaan besar dan bertahan lama, maka syarat awal untuk itu harus didasari dengan hal-hal baik, dan semua hal baik itu harus ada pada diri kamu.

Pertama, pastikan bahwa dirimu mempunyai atau tujuan. Yaitu sesuatu yang akan selalu kamu ingat untuk membuat terus bertahan ketika keadaan sulit datang menghimpit. Coba tanyakan ke diri sendiri, untuk apa kamu mendirikan startup ?
Apakah untuk sekedar bertahan hidup ? Untuk uang ? Ketenaran? Atau untuk bisa memberi manfaat pada keluarga ? Atau bahkan untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih baik ? Meniatkannya sebagai ibadah ? Atau apa?

Kedua, pastikan orang akan bergabung dengan startupmu mempunyai good attitude, sama seperti kamu. Hal-hal baik yang terbentuk karena habit kamu bertahun-tahun. Seperti, jujur, disiplin, suka bangun pagi, tepat waktu, menepati janji, cara bicara yang baik, adab yang baik, rendah hati, murah hati , selalu belajar hal-hal baru, rajin ibadah, rutin olahraga. Yaitu semua sikap-sikap baik yang akan menuntun kamu dan tim mu pada kesuksesan.

Ketiga, pastikan bahwa dirimu mempunyai clear vision. Sebuah perencanaan tentang mau apa dan kemana startup kamu akan menuju. Kamu harus bisa menjelaskan dengan gamblang. Minimal kamu harus mempunyai short-term goal 1 tahun ke depan, dan long-term goal dalam 5 tahun.

Keempat, orang juga akan mudah bergabung dengan kamu jika mereka positif menilai apakah yang sedang kamu kerjakan adalah sebuah good business, baik secara value maupun kemampuannya untuk menjamin kelangsungan hidup mereka.

Jika kamu memiliki keempatnya, itulah magnet pertama yang paling kuat di saat awal kamu merintis sebuah startup, dan membuat orang suka bergabung bersama kamu, meskipun kamu belum sanggup membayar mereka.

Paling tidak masih ada lima magnet lagi untuk membuat orang-orang bergabung di tim kamu nantinya, tetapi ini sudah cukup jika startup kamu masih belum berdiri. Saya akan sampaikan magnet-magnet yang lain pada kesempatan selanjutnya.

Syarat Tim Yang Hebat

Apa saja syarat-syarat dasar yang harus dimiliki oleh orang yang ingin kamu ajak bergabung ? Dengan kata lain, kamu harus mendapatkan orang-orang dengan syarat dan pra-syarat seperti ini.

1. Mempunyai passion dan purpose yang sama

Agar startupmu tumbuh sesuai dengan visimu, yang perlu kamu lakukan adalah menemukan orang yang sama bersemangatnya dengan diri kamu. Temukan orang-orang yang gairahnya ( passion), tindakannya, makannya, tidurnya terisi visi kamu. Orang-orang yang memperlakukan mimpimu sebagai mimpi mereka sendiri.

Kamu tidak harus selalu mencari orang yang paling ahli di bidangnya. Tetapi kamu harus mencari orang yang selaras dengan tujuan ( purpose) kamu. Seseorang yang akan menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas.

Keahlian dan keterampilan dapat diajarkan dan dilatih, tetapi purpose dan passion adalah inti dari siapa kita.

Singkat ceritanya adalah orang-orang yang ingin anda ajak bergabung harus mempunyai passion dan purpose yang sama. Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang passion dan purpose ini di sini.

Purpose itu adalah alasan kita untuk melakukan perjalanan. Sedangkan passion itu seperti bahan bakar yang mendorong kita untuk terus berjalan menyelesaikan perjalanan kita.

2. Menggabungkan talent dan personality

Hanya ada dua tipe orang yang mendasar, yang harus kamu perhatikan dalam membangun tim. Carilah orang-orang dengan 2 tipe ini :

Buatlah tim dengan menggabungkan dua jenis orang di atas, sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini, tergantung pada industri tempat kamu berada, produk yang perlu kamu buat, segmen pelanggan yang ingin kamu bangun, dan tahapan startupmu. Jadi penentuannya akan sesuai konteks dan keadaan.

Membuat Kolaborasi

Pada tahap sangat awal ini, kamu punya ide dan konsep bisnis, orang lain punya expertise yang kamu butuhkan, dan saat ini kamu belum punya uang untuk membayar mereka. Maka buatlah kolaborasi awal. Artinya, kamu saat ini sedang merekrut partner, bukan karyawan. Mereka adalah partner atau mitra, atau co-founder.

Oke, lalu bagaimana cara berkolaborasi ?

1. Singkirkan ego

Hindari untuk bersikap sebagai seorang atasan (bos/juragan), jadi singkirkan ego yang kamu punya untuk memerintah mereka, apalagi dengan cara “semau gue”. Hak dan kewajiban kamu dan mereka sama. Semua hal perlu dibicarakan bareng dengan mereka untuk mencari jalan tengah terbaik.

2. Ngobrol dan diskusi

Kedekatan bisa dibangun dengan banyak ngobrol, baik bertemu dan berkumpul langsung, maupun via telepon, atau chat. Tidak semua bisnis, lahir secara serius. Seringkali ide-ide bisa keluar dari obrolan-obrolan yang tidak penting. Bangun suasana yang lebih santai. Bergaul dengan mereka seperti seorang teman lama.

3. Membuat basic rules

Buatlah aturan-aturan dasar dalam berkolaborasi. Basic rules ini selanjutnya akan menjadi company culture. Satu hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Di tahap awal kolaborasi ini, aturan-aturan dibuat agar semua merasa nyaman, dan ini akan menjadi komitmen bersama. Misalnya, disiplin, tepat waktu, tidak saling menyalahkan, memakai bahasa Indonesia, saling menghargai.

Kolaborasi ini menjadi kunci awal perkembangan startup kamu selanjutnya.

Kemudian Apa ?

Inti dari membangun tim, membuat mereka hebat, mempertahankan mereka, adalah diri kita sendiri. Kita harus punya ilmunya terlebih dulu.

Teruslah bersikap rendah hari, open mind, dan seperti gelas kosong, belajar dari siapa saja,

Atha’ bin Abi Rabah rahimahullah, generasi tabi’in (hidup sekitar tahun 35 H, meninggal dunia pada tahun 115 H dengan usia 88 tahun), seorang ulama besar dan mufti di tanah Haram pada jamannya, beliau dalam satu riwayat pernah mengatakan, “Kusimak setiap ilmu dari siapa saja, seakan-akan aku belum pernah mendengarnya. Padahal aku telah menghapalnya jauh sebelum sang penyampai dilahirkan”.

Walaupun sudah kita saring sebelumnya, membangun tim itu mengumpulkan berbagai sifat orang, ada yang baik, ada yang buruk dalam satu tempat, untuk satu tujuan. Hal ini bisa jadi tidak terhindarkan, dan merupakan proses yang berjalan secara terus menerus. Diperlukan waktu dan kesabaran, energi, juga ketulusan kita. Tahap demi tahap harus kita lalui.

Setiap kebaikan dan ketulusan yang kamu peragakan, akan menjadi contoh dan penyemangat bagi banyak orang di startupmu.

Akan ada seri tulisan ini selanjutnya, InsyaAllah.

Originally published at http://aansetianto.com on June 10, 2020.

--

--

Aan Setianto

Business and Technology Enthusiast | Love to learn and share inspiration